Rumah Besar

​Bebauan kemenyan tiba-tiba menyeruak
Disebuah rumah besar yang banyak kamar
Kamis malam bakda magrib,
Ia sendirian.
Mengendus bau-bau yang menusuk ulu hati,
Ia pingsan.
Pagi-pagi di beranda ia membaca
Matanya bertanya-tanya
Hidungnya mengendusi lagi
Aroma kembang kenanga membuatnya pusing
Berdenyut, tidak hilang.
Tak jauh jarak waktu 
Ia terbatuk-batuk
Dicarinyalah asal aroma pekat itu
Berkeliling, semua kamar diketuk
Tak satu pun tahu
Ah, rumah besar yang penuh misteri.

 
April, menjelang magrib di tanah rantau.

3 thoughts on “Rumah Besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s