Bagaimana Mungkin?

Bagaimana mungkin aku mencukur alis apabila otakku tak bergaris simetris pada ragam definisi?

Bagaimana mungkin aku mencoret bibir dengan gincu bila kepalaku masih seringan ampas tebu tanpa tahu untuk apa terus begitu?

Bagaimana mungkin aku memerhatikan kecantikan jika pikiranku terkungkungkan oleh kemalasan akan nikmatnya bercumbu dengan diksi rumit sekaligus nakal dalam bacaan?

Bagaimana mungkin aku menyebut diri perempuan bermartabat bila menolak cerdas mandiri selagi sempat?

Bagaimana mungkin aku menjadi aku bila aku tak memahami siapa aku?

Bagaimana mungkin aku mencinta laki-laki bila aku tak mengerti bahwa sperma pantang dibuahi oleh sel telur yang melarikan diri? Runyam.

 

Di sudut kota yang terik, 1 Mei 2017.

Mengelus kepala via Sad Note (OA Line)

2 thoughts on “Bagaimana Mungkin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s