Semestaku yang Hilang

Menunggu pagi dengan gelisah via Fake Smile

Senja boleh padam ditinggalkan matahari,

tapi bintang menawarkan temaram di sudut sepi,

serupa aku yang sedang menggenapi pelepasanmu bersama kenangan di ujung pagi. 

Aristoteles pernah bersabda

Tiada aku sama dengan kamu

Tiada kamu sama dengan dia

Tiadalah aku akan pernah sama dengan mu meski punya keidentikan

maka, setiap hal adalah dirinya sendiri.



Pula tentang ada dan ketiadaan

ada karena ada yang memeradakan

ada tidak pernah lahir dari ketiadaan

sama dengan semesta,

tidak hadir dari sebuah kehancuran

tapi dari sebuah keadaan yang kecil terendapkan bernama asal muasal

lalu mikrokosmik menjelma semesta raya



Pula aku denganmu.

Tiada aku jatuh tanpa sebab

tidak mungkin ada tangis tanpa sembab

kamu adalah semesta 

dia adalah pusara kelam di ujung sana

merenggutmu dari angkasa raya,


dari aku, dari yang menyayangimu dengan sederhana.
Di sepenggalah matahari, 9 Juni 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s