Adalah Kamu

Menujumu dengan jalan yang lain via Pixabay

Kamu adalah alasan mengapa aku bertahan…

Tepian, adalah jalan lapang yang ku pilih setelah kita menjadi senyap. Berlarut-larut luka kemarin memang masih ada, tentu, tapi mengingatimu dengan duka adalah salah. 

Aku telah mengizinkan hatiku berkali-kali patah, atasmu, hingga pada akhirnya memilih berbenah kemudian menengadah. Kamu masih bisa aku langitkan, pikirku. Tidak ada alasanku berhenti mencintai meski berluang kali kau begitu: datang dan pergi sesukamu. Karena berhenti mencintai sama seperti menyakiti imanku. 

Empat kali gerhana bulan berulang, langit beradu pada jingganya, tapi belum pernah sekalipun melewatkan doaku atasmu. Betul, langit tidak menjawab, tapi ia mendengar tanpa banyak pertanyaan, tanpa penghakiman. 

Tepian ini adalah jalan terbaik yang kupilih setelah semua jalan yang lain terlewati. Aku memilih menepi, menjauhi, tapi tidak pula membenci. 

Aku yang bertahan dengan segala yang ku yakini, sedang kamu di sana dengan siapapun yang telah membuatmu tertaut kembali. 

Ya. Adalah kamu sebagai alasan mengapa aku bertahan sejauh ini. Tidak menyendiri, tidak mengurung diri, tidak menjadi ‘mati’ hanya karena patah hati. Karena alasanmu tertaut dulu adalah karena aku yang tidak rapuh pada patahan yang sebelumnya. 

Tapi sayang, seharusnya cinta hanya begitu, tanpa alasan, tanpa banyak permintaan.

Di awal petang setelah peluh, 2017.

Advertisements

One thought on “Adalah Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s